Sekolah bukan hanya sekadar tempat mencari ijazah. Sekolah bukan hanya sekedar tempat mencari nilai. Sekolah adalah tempat untuk belajar. Belajar mengenai berbagai pengetahuan, belajar mengenai kehidupan sosial, dan belajar mengenai hidup. Sekolah adalah tempat untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan baru. Yang paling penting, sekolah adalah tempat bersenang-senang.

Bukan tanpa alasan Ki Hadjar Dewantara menggunakan istilah “Taman” sebagai konsep pendidikannya. Taman berarti sebuah tempat bermain. Teduh, tenang, dan tentunya menyenangkan. Anak-anak senantiasa gembira berada di taman. Mereka dengan senang hati menghabiskan waktu di taman. Ki Hadjar ingin konsep pendidikan seperti sebuah taman. Pendidikan haruslah menyenangkan, belajar adalah proses kegembiraan.

Namun dalam kenyataannya, Pendidikan saat ini seringkali menimbulkan tekanan dan kekhawatiran bagi peserta didik, guru, bahkan orang tua, karena terkadang cenderung lebih mementingkan hasil akhir dalam bentuk nilai angka (akademis). Beberapa aspek penting terabaikan, seperti olahraga (kinestesis), olah rasa (estetik), dan olah hati (etik/spiritual). Padahal pencapaian prestasi dari sisi akademik tidak sepenuhnya membantu dan menjamin peserta didik memiliki hard skill yang baik. Untuk membentuk insan yang terdidik, justru peserta didik perlu dibekali dengan keterampilan soft skill yang baik.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan pendidikan yang menyenangkan, dan menggembirakan adalah melalui Penguatan Ekosistem Gerakan Sekolah Menyenangkan. Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) adalah gerakan ‘merdeka belajar’ untuk menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan di sekolah. Gerakan ini berupaya membangun kesadaran guru-guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan dalam merancang sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar.

Sebagai salah satu SMK Pusat Keunggulan (PK) di Provinsi Banten, SMK Negeri 5 Kab. Tangerang mengadakan Kegiatan Workshop Penguatan Ekosistem Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) SMK Pusat Keunggulan Tahun 2021, pada Jumat, 19 November 2021 bertempat di Aula dan Ruang Guru. Workshop tersebut diikuti oleh guru-guru dan seluruh element dari SMKN 5 Kab. Tangerang. Adapun narasumber workshop tersebut adalah Bapak Muhamad Ali Sadikin S.Pd, Guru dari SMKN 1 Jambu Kabupaten Semarang yang telah berpengalaman dalam menerapkan program Gerakan Sekolah Menyenangkan.

Dr. H. Kamsono, M.Pd., Kepala SMKN 5 Kabupaten Tangerang dalam sambutannya mengatakan workshop ini merupakan langkah awal yang dilakukan dalam mewujudkan sekolah yang menyenangkan baik dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Kita harus dapat menciptakan iklim sekolah yang menyenangkan, nyaman dan aman sehingga siswa merasa bahagia dan senantiasa merasa rindu untuk datang ke sekolah. Guru adalah Fasilitator bagi peserta didiknya dan tugas kita adalah mengarahkan mereka.

Para peserta begitu antusias dan bersemangat dalam mengikuti workshop ini. Adapun materi yang disampaikan narasumber dibagi menajdi tiga bagian yaitu mengubah mindset, implementasi GSM di sekolah dan simulasi (praktik) GSM. Adanya GSM menjadikan guru mampu menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan di sekolah.

Kondisi sekolah yang menyenangkan bagi siswa inilah yang harus bersama-sama diciptakan oleh semua warga sekolah di SMKN5 Kabupaten Tangerang. Melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan maka akan tercipta lingkungan belajar yang positif, menyenangkan, aman, dan membangkitkan semangat belajar siswa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, keterampilan dan kepribadian.

#smk bisa #smkhebat #pusatkeunggulan #gerakansekolahmenyenangkan

Tinggalkan Balasan